You are currently browsing the tag archive for the ‘APAR’ tag.

Image

 

Busa Pemadam Api sangat ampuh untuk memadamkan api kelas A dan B. Khusus kebakaran yang disebabkan oleh minyak, cairan yang mudah terbakar dengan cara menyelimuti area yang disemprotkan untuk menghindari api yang dapat menyala kembali.

Spesifikasi :

  • Cocok untuk memadamkan api kelas A & B
  • Memadamkan api pada minyak atau cairan yang dapat terbakar dengan membentuk selimut busa pada kisaran area kebakaran dan dengan mendinginkan minyak dibawah suhu pembakarannya
  • Tersedia dalam 5 ukuran : 6 & 9 liter (jenis portabel) dan 30 sampai 90 liter (jenis Troli / yang menggunakan roda)

Image

 

Merupakan bahan yang tidak merusak dengan daya padam yang efektif dan bersih. Semua model mempunyai corong anti elektrostatik yang non konduktif dan sangat cocok digunakan untuk cairan yang mudah terbakar dan bahaya kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Sangat cocok untuk peralatan elektronik dan perkantoran modern.

Spesifikasi :

  • Alat yang memiliki gas lamban dan steril yang secara efektif memadamkan api dengan mengeluarkan oksigen dari barang – barang saat kebakaran terjadi.
  • Semua model pipa semprot non-konduktif dan anti-electrostatic yang cocok untuk pemakaian pada cairan yang mudah terbakar atau peralatan berenergi listrik.
  • Tidak mengganggu lingkungan dan cocok untuk melindungi peralatan elektronik yang sensitif dan peralatan modern kantor
  • Tersedia dalam bahan silinder baja dan aluminium
  • Tersedia dalam 6 ukuran : 2 sampai 6,8kg (portabel) dan 9 sampai 45kg (jenis troli/yang memakai roda)

 

 

 

 

 

Image

Alat pemadam api serbaguna untuk memadamkan semua resiko kebakaran kelas A, B, C, dan E. Dibuat secara khusus untuk memadamkan api dengan cepat yang diakibatkan oleh listrik, bahan padat maupun cairan serta gas yang mudah terbakar. Dry Powder 90 juga efektif untuk melindungi kendaraan anda.

Spesifikasi :

  • Alat pemadam kebakaran yang sangat cocok untuk berbagai jenis kebakaran, Kelas A, B, C dan E.
  • Khusus dibuat untuk memadamkan api dengan cepat yang disebabkan oleh peralatan listrik atau benda – benda padat yang dapat meledak, cairan dan gas  yang dapat meledak
  • Powder Kimia Kering – jenis pemadam api yang juga efektif untuk melindungi kendaraan bermotor.
  • Tersedia dalam 16 jenis ukuran dari 1kg hingga 250kg, dari yang portabel hingga jenis Troli (yang memiliki roda)

Penanggulangan bahaya kebakaran merupakan usaha atau tindakan yang dilakukan baik sebelum terjadi kebakaran, sewaktu terjadi kebakaran, maupun setelah terjadi kebakaran. Upaya penanggulangan bahaya kebakaran secara umum dibagi menjadi 3 kelompok besar. yaitu : Preventive, Represive, dan Rehabilitative.

Tindakan Preventive merupakan usaha pencegahan yang dilakukan sebelum terjadi kebakaran dengan maksud menekan atau mengurangi faktor – faktor yang dapat menimbulkan kebakaran, antara lain :

  • Mengadakan penyuluhan dan sosialisasi prosedur tanggap darurat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran dan cara mencegah serta menanggulanginya;
  • Pengawasan terhadap bahan bangunan;
  • Pengawasan terhadap penyimpanan dan penggunaan barang;
  • Pengawasan terhadap peralatan/material yang dapat menjadi sumber api; serta
  • Pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Tindakan Represive merupakan usaha yang dilakukan pada saat terjadi kebakaran untuk mengurangi/memperkecil kerugian yang timbul akibat kebakaran. Tindakan Represive meliputi :

  • Usaha pemadaman kebakaran
  • Pertolongan/penyelamatan jiwa manusia dan harta benda
  • Usaha pencarian dan evakuasi

Tindakan Rehabilitative merupakan usaha yang dilakukan setelah terjadinya kebakaran dengan maksud menganalisa peristiwa kebakaran untuk mencegah terulangnya situasi yang sama di kemudian hari serta usaha perbaikan atas semua yang rusak sebagai akibat peristiwa kebakaran tersebut.

Faktor – faktor penyebab kebakaran adalah :

  • Faktor manusia : bisa berupa kelalaian, ketidaktahuan maupun kesengajaan
  • Faktor alat : kerusakan, kebocoran, aus, umur alat yang sudah tua
  • Faktor alam : petir, gempa bumi

Prinsip pemadam api adalah merusak keseimbangan campuran antara faktor / unsur penunjang terjadinya api. Pemadaman dapat dilakukan dengan :

  • Menutupi/menyelimuti, contoh : menyelimuti benda yang terbakar dengan karung basah/kain basah, dengan lumpur, atau memadamkan api dengan APAR jenis busa/foam atau powder
  • Pendinginan, misalnya dengan penyiraman/penyemprotan dengan air dan memadamkan api dengan APAR jenis CO² atau Halotron-I
  • Penguraian, yaitu mengurangi / memisahkan jumlah yang terbakar atau menutup aliran bahan (cairan atau gas) yang terbakar, misalnya : memisah-misahkan benda – benda yang terbakar dan menjauhkan benda – benda yang belum terbakar
  • Mencegah reaksi kimia, dapat dilaksanakan hanya dengan menggunakan APAR pada saat pemadaman berlangsung

Google Translate

Oktober 2014
S S R K J S M
« Mar    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Blog Stats

  • 10,312 hits

Flag Counter

Flag Counter
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.